728x90 AdSpace

Latest News

Kamis, 18 Juni 2015

SERUAN AKSI NASIONAL MENDUKUNG ULMWP MENJADI ANGGOTA PENUH MSG 24 JUNI 2015

Salam Revolusi
Tuntutan Rakyat Papua Barat untuk merdeka lepas dari Neo-Kolonialisme Republic Indonesia (NKRI) dan Neo Kapitalisme Negara dunia pertama kini sedang mengema di seantero Wilayah Asia dan Pasifik. Setelah sebelumnya tuntutan itu dilakukan secara gerilya dan diplomasi di luar negeri (Internasional), maka sejak bergulirnya reformasi di Indonesia (1998) tuntutan itu disampaikan secara terbuka.

Situasi keamanan dan Hak Asasi Manusia di wilayah teritori West Papua mulai terganggu sejak Ir. Soekarno Presiden pertama Repulbik Indonesia mengambil inisiatif bersama militer Indonesia melakukan upaya untuk merebut wilayah koloni Nederlands Nieuw Guinea dan menguasai West Papua dari kekuasaan Pemerintah Colonial Nederland. Tanpa ada Hak dan inisiatif Soekarno tersebut, di tantang keras oleh Wakil Presiden Republic Indonesia Drs. Mohamad Hatta dengan alasan bahwa; Bangsa Papua memiliki Ras dan Kebangsaan yang berbeda dengan Indonesia, maka Pemerintah RI patut serta wajib menghormati hak penentuan nasib sendiri bagi Bangsa Papua. Namun Ir. Soekarno Presiden RI tetap pada kehendaknya yang bertentangan dengan Piagam PBB 26 juni 1945, Resolusi PBB nomor 1514 (xv) tanggal 20 Desember 1960 dan Alinea pertama pembukaan undang-undang dasar Negara republic Indonesia tahun 1945.

Dalam sejarah hidup, Rakyat Papua Barat telah menunjukkan bahwa mereka mampu untuk mengatur hidupnya sendiri.

Hal itu terlihat dari kepemimpinan setiap suku, yang telah mendiami Papua Barat sejak lebih dari 50.000 tahun silam, dipimpin oleh Ondofolo, kepala-kepala suku (Tribal Leaders). setiap kepala suku dipilih secara demokratis sedangkan dibeberapa daerah lainnya kepala suku diangkat secara turun-temurun seperti Ondoafi masih disegani oleh masyarakat sekitar Yotefa di Numbay.

Selain kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri (tidak dipengaruhi oleh pihak asing), juga sangat nyata didepan mata bahwa antara Papua Barat dan Indonesia mempunyai perbedaan yang sangat jauh. Bangsa Papua adalah Ras Melanesia sedangkan Bangsa Indonesia pada umumnya adalah Ras Melayu. Dengan perbedaan Ras ini menimbulkan perbedaan yang lainnya, entah perbedaan fisik maupun mental, dan kedua bangsa ini sama sekali tidak pernah mempunyai hubungan apapun dalam sejarah kehidupan di masa silam. Masing-masing hidup sebagai bangsanya sendiri dengan karakteristiknya yang berbeda pula. Sehingga tindakan pencaplokan Papua Barat oleh Indonesia ini dianggap tindakan menjajah. 

Kami Bangsa Papua tahu dan sadar akan diri kami bahwa kami sangat berbeda dengan bangsa Indonesia. Bangsa Papua termasuk Ras Melanesia suku bangsa Negroid di Pasifik selatan. Maka kita menempatkan diri dan mengikuti secara bijak dalam pertarungan matematika politik yang sedang melangkah maju, modern, alamiah dan ilmiah yang sedang di dorong oleh ULMWP di dalam forum MSG tersebut.

Oleh sebab itu, KNPB menyeruhkan Kepada Rakyat Melanesia di Papua Barat dari Sorong sampai Merauke untuk terus mendukung dalam bentuk apapun, entah berdoa dengan bahasa ibu, berpuasa, berbusana adat, yosim, melukis, menyanyi, menulis, berpidato, berorasi, berteriak yang penting tidak keluar dari rumus 1x1=11x2=200. Dukungan rakyat yang dimaksud terutama pada tanggal 17, 18,dan 19 juni 2015 agendanya Meeting senior Political MSG, tanggal 20 dan 21 juni 2015 pertemuan menteri luar negeri MSG, Tanggal 24- 25 juni 2015 adalah persiapan dan sidang KTT MSG di Honiara, serta puncaknya pada 26 juni 2015 akan menentukan status West Papua Secara resmi masuk dan bergabung dengan MSG atau tidak.

Oleh sebabnya kita harus dukung dalam bentuk Doa dan ibadah Puasa secara khusus serta Demo damai. Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus tahu, kalau kita tidak tahu dan malas tahu maka, Mau salahkan siapa.? Pemerintah Pusat?, Pemerintah provinsi?, Para Gembala Gereja?, Para Dosen? Atau Para Wartawan media Indonesia yang tertutup ini? Atau Kepada Polisi yang hadang-hadang ini? Atau kepada anda sendiri? Makanya, KNPB hadir di tengah-tengah rakyat Indonesia dan West Papua untuk menyampaikan Informasi yang benar, nyata dan langsung kepada seluruh suku bangsa yang ada di muka bumi ini.

Dengan demikian maka, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai Media Nasional Rakyat Papua Barat dan di dukung penuh oleh Tiga Komponen Perjuangan yakni: WPNCL, PNWP dan NRFPB untuk terus memediasi dan kampanye dalam negeri, sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini, KNPB menyerukan Pesan Moral dan Politik secara terbuka kepada masyarakat West Papua (Melanesia) dan Indonesia (Melayu) dimanapun dan kapanpun engkau berada. Aksi demo damai yang dimaksud akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal : Rabu 24 juni 2015
Agenda : Mendukung ULMWP mengantarkan Bangsa West Papua ke Melanesia (MSG)
Sasaran aksi : halaman Kantror DPR-Papua.

Tempat titik kumpul: wilayah sentani di depan Mata jln pos 7, kampung harapan di mata jln masuk danau, di expo depan Museum, di waena putaran taxi perumnas 3, Abepura di Merpati, di Kamkey depan pangkalan garuda, di Kota raja luar dan dalam di depan kampus Umel Mandiri, di Entrop, polimak, dok 2-9, yapis dan angkasa kumpul depan Taman Imbi.

Demikian seruan aksi kami, atas partisipasi dan antusiasnya rakyat West Papua dalam negeri, regional, internasional dan Indonesia di Jakarta kami menyampaikan terimakasih.

Kita Harus Mengakhiri 
Kamis 18 Juni 2015
Badan Pengurus Pusat
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT
Agus A. Kosay Ones Suhuniap
Ketua I Sekertaris Umum
SERUAN AKSI NASIONAL MENDUKUNG ULMWP MENJADI ANGGOTA PENUH MSG 24 JUNI 2015
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Top